Kunjungan Endang Karman di Desa Manis Lor Kecamatan Jalaksana

endang1.jpg

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Dapil IX Endang Karman Sastraprawira dan Agung Sasongko Daerah Pemilihan Jateng turun ke Desa Manis Lor Kecamatan Jalaksana dalam rangka (Pact Finding) menyusul terjadinya Penyerbuan terhadap Komunitas Jemah Ahmadiyah didesa Manis Lor Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan

 

Dalam kesempatan itu endang karman mengutarakan bahwa dilihat dari asfek Fluralisme yang dianut dan dipakai oleh bangsa kita dimana sesuai dengan pancasila dan Undang-undang dasar 45 kejadian yang terjadi di desa Manis lor tidak seharusnya terjadi kalau semua pihak bisa menahan diri ,toh kita harus bisa menghayati filosofi islam bahwa islam lahir kedunia sebagai rahmattan lill a’lamin .

 

Kehadiran Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini setidakanya bisa meredakan ketegangan karena disamping bertemu dengan elemen-elemen Islam ,Endang karman dan Agung sasongko juga bertemu dengan Pimpinan Ahmadiyah selaku pihak yang di rugikan dan mengarapan agar komunikasi diantara pimpinan –pimpinan elemen islam terus di tumbuh kembangkan sehinga hal terbsebut tidak terluang lagi dikemudian hari.

 

Kasus Manislor mecuat ke permukaan dipicu oleh adanya penyerbuan terhadap Komunistas jemaah ahmadyiah terbesar yang berlokasi didesa Manis Lor Kecamatan Jalaksana ,kabupaten Kuningan .Sebenarnya kasus konflik antara elemen elemen Islam yang tergabung dengan dengan jemah Ahmadyiah sudah lama terjadi dan merupakan sebuah bom waktu yang siap meledak .Untuk lebih jelasnya Kronologis kasus ini adalah Sbb :

 

*20 Pebruari 1956*

Pendirian JAI di Kuningan yang berdiri pada tahun 1956. Pusat kegiatan JAI
terdapat di desa Manis Lor, Jalaksana Kuningan Jawa Barat. Dari sekitar 4000
penduduk desa 3.000 diantaranya adalah pengikut JAI. Di desa ini JAI
mendirikan Masjid dan beberapa Musholla serta lembaga pendidikan. Dari tahun
70-an kepala desa selalu dipegang oleh JAI.

*11 Agustus 2002*

Seminar LPPI tentang Ahmadiyah. Seminar ini dilaksanakan oleh Lembaga
Pengkajian dan Penelitian Islam (LPPI) bertempat di Masjid Istiqlal Jakarta
dengan mengangkat Tema ” Membongkar Kesesatan Ahmadiyah”. Sejumlah pemuda
yang tergabung dalam RUDAL kuningan, hadir dalam seminar ini. Setelah
mengikuti seminar, mereka kemudian membuat spanduk dipasang di jalan menuju
komplek ahmadiyah yang isinya mengecam kesesatan ahmadiyah. Mereka juga
meminta kepada pemda kuningan untuk melarang aktivitas jema’at Ahmadiyah di
Manis lor Kuningan.

*25 Oktober 2002*

Masjid At-Taqwa di rusak massa. Sambil melakukan lobi ke Pemda agar
mengeluarkan pelarangan terhadap Jema’at Ahmadiyah, RUDAL juga melakukan
teror dengan melakukan pengrusakan masjid At-Taqwa dan Al-Hidayah serta
beberapa rumah jemaat Ahmadiyah.

*27 Oktober 2002*

Bupati dan unsur Muspida Kabupaten Kuningan, Depag dan MUI berkunjung ke
Ahmadiyah Manis Lor, Bupati menjelaskan sebagai berikut:

– Masalah Agama yang dilindungi oleh UUD 1945 Pasal 29.

– UU 22 Tahun 1999 (OTDA) tidak termasuk agama, agama adalah urusan
pemerintah pusat, kami datang tidak mempermasalahkan agama.

– Tidak rela sejangkal tanah Kuningan di pakai arena kerusuhan dan besok
saya akan datang ke pihak RUDAL di Balai Desa, yang nantinya akan
dipertemukan dan berdamai agar menjaga kerukunan.

*28 Oktober 2002*

Bupati dan Unsur Muspida pertemuan dengan pihak RUDAL di Balai Desa, setelah
mendengar pemaparan/pidato Nashrudin, Bupati memerintahkan kepada Kejaksaan
untuk bertindak kepada Ahmadiyah.

*31 Oktober 2002 dan 2 November 2002*

– Pengurus Ahmadiyah di Undang ke Kejaksaan

– Pengurus Ahmadiyah dialog dengan unsur Pakem.

– Bpk. Mualim Dudung di BAP

*3 November 2002*

Pemda Kuningan Mengeluarkan SKB (Pelarangan Ajaran Jema’at Ahmadiyah). SKB
ini ditandatangani oleh Bupati, Ketua DPRD, Kepala Kejaksaan Negeri,
Komandan Kodim, Kapolres, Kakandepag, ketua MUI serta beberapa Ormas (NU,
Muhammadiyah, GUPPI, PUI) dan organisasi Kepemudaan lainnya.

Pembekuan kegiatan Ahmaddiyah sambil menunggu keputusan pusat.

Setelah SKB turun aksi teror makin menjadi banyak rumah jema’at ahmadiyah di
Manis Lor yang dirusak massa.

*5 November 2002 *

Kepala Desa Manis Lor (Prana Imawan Putra) melayangkan surat himbauan
terhadap Jemaat Ahmadiyah agar menghentikan semua aktivitas peribadatannya
sesuai isi diktum pertama SKB guna menajaga keamanan dan keselamatan, serta
menghindari konflik-konflik baru.

*3 Desember 2002 *

Tim Pakem Kabupaten Kuningan mengeluarkan surat dengan No:
B.938/0.2.22/Dep.5/12/2002
yang isinya meminta kepada Kapolres untuk melakukan penyidikan terhadap
pengurus jema’at Ahmadiyah. Kedua, meminta Camat dan Kepala KUA agar tidak
menikahkan Jema’at Ahmadiyah. Ketiga, meminta kepada Camat agar tidak
membuatkan KTP bagi Jema’at Ahmadiyah.

*4 Desember 2002 *

Ø Kepada Desa Manis Lor melayangkan surat pemberitahuan kepada Jemaat
Ahmadiyah Manis Lor sesuai surat Tim Pakem tertanggal 3 desember 2002 yang
isinya memberitahukan bahwa pada tanggal 4 Desember 2002 Pukul 16.00 akan
ada pelaksanaan penertiban/penurunan atribut jemaah Ahmadiyah di desa Manis
Lor.

Ø Pelaksanaan penurunan /penerbitan atribut Ahmadiyah di Desa Manis
Lor.

*23 Desember 2002 *

Bakor Pakem Kabupaten Kuningan melayangkan surat kepada Kepolisian Resort
Kuningan, Kepada Camat Jalaksana, Depag Kabupaten Kuningan.

Surat kepada Kepolisian Resort Kuningan: Bakor Pakem Kabupaten Kuningan
menuntut agar Tim Penyidik Kepolisian Resort Kuningan dapat melakukan
penyidikan tindak pidana umum terhadap Ustadz, Pengurus, PNS yang menganut
Ahmadiyah sesuai Pasal 156a KUHP, hal ini didasarkan atas pembacaan situasi
dan kondisi terakhir oleh Bakor Pakem terhadap Ahmadiyah Manis Lor yang
menyatakan bahwa Ahmadiyah Manis Lor tidak mau menerima SKB tertanggal 3
November 2002, Ahmadiyah Manis Lor masih menjalankan aktivitas ibadahnya,
situasi terkahir yang banyak terjadi tindakan pengrusakan rumah ibadah dan
penduduk, serta kesimpulan akhir mengenai Jemaah Ahmadiyah Manis Lor yang
bukan Islam.

Surat kepada camat: Bakor Pakem mendesak Camat Jalaksana agar menertibkan
KTP anggota Jemaat Ahmadiyah.

Surat Kepada Depag: Menghimbau agar KUA menolak pernikahan jemaah Ahmadiyah
Manis Lor.

*4 Januari 2003*

Surat dari PAKEM tertanggal 3 Desember 2002. Isi surat ini pertama, meminta
kepada Kapolres untuk melakukan penyidikan terhadap pengurus jema’at
Ahmadiyah. Kedua, meminta Camat dan Kepala KUA agar tidak menikahkan Jema’at
Ahmadiyah. Ketiga, meminta kepada Camat agar tidak membuatkan KTP bagi
Jema’at Ahmadiyah.

*10 Januari 2003*

Komnas HAM membuat surat kepada Bupati Kuningan dan Kepolisian Resort
Kuningan. Komnas HAM mengirim surat kepada Bupati Kuningan dan Kepolisian
resort Kuningan soal tindakan intimidasi dan kekerasan yang diterima Jema’at
Ahmadiyah di Manis Lor. Juga dijelaskan jaminan menjalankan ibadah
sebagaimana tercantum dalam pasal 28.E UUD 1945, Pasal 29 ayat (2) 1945, dan
pasal 22 ayat (2) UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

* *

*25 Februari 2003*

Surat dari Dirjen Kesatuan Bangsa. Surat ditujukan kepada Bupati Kuningan
isinya, pemda Kuningan harus menjaga keharmonisan dengan melakukan kerjasama
dengan Anggota JAI Manis Lor. SKB yang ditandatangani Muspida dan Ormas
bukan produk hukum sehingga diminta untuk ditinjau kembali.

*8 April 2003 *

Pertemuan antara Pemerintah, Komnas HAM, serta Jemaat Ahmadiyah Manis Lor di
Kecamatan Jalaksana. Komnas Ham meminta agar SKB dikaji ulang, serta akan
diadakan rapat Komnas HAM dengan unsur-unsur terkait. Jemaat Ahmadiyah
menyerahkan beberapa data kronologis kepada Komnas HAM.

*Oktober 2004*

FPI Menyerang Ahmadiyah. Setelah mengikuti tabligh akbar dalam rangka
peringatan isra mi’raj di masjid Al-Huda Manis Lor, massa kemudian menyerang
masjid Ahmadiyah, mereka meminta kegiatan jema’at ahmadiyah di manis lor di
hentikan sesuai dengan SKB. Beberapa massa kemudian melempar petasan ke
pelataran masjid Ahmadiyah.

*3 Januari 2005*

Pemda Kuningan mengeluarkan SKB II. SKB dengan Nomor: 451.7/KEP.58-Pem.Um/
2004,KEP-857/0.2.22/Dsp.5/12/2004, kd.10.08/ 6/ST.03/1471/2004 tentang
Pelarangan kegiatan Ajaran Ahmadiyah di Wilayah Kabupaten Kuningan. SKB ini
ditandatangani oleh Bupati Kuningan, Kepala Kejaksaan negeri, Kakandepag,
dan Sekda.

*4 Januari 2005*

Pertemuan antara Muspida Lengkap, Kepala Kandepag Kabupaten Kuningan dengan
pengurus Jemaat Ahmadiyah

*19 Februari 2005*

JAI Manis Lor mengajukan gugatan atas terbitnya SKB melalui Pengadilan Tata
Usaha Negara Bandung. Dan meminta kepada pemda Kuningan agar menunda
pelaksanaan SKB.

*20 April 2005*

Kuasa Hukum Jemaat Ahmadiyah Manis Lor mengajukan naik banding ke PTUN Pusat
di Jakarta, yang sampai sekarang masih dalam proses.

*30 Juli 2005*

1 Masjid dan 7 Musholla Ahmadiyah Manis Lor di tutup.

*31 Juli 2005*

Manis Lor Masih dijaga Ketat. Pasca penutupan masjid dan 7 musholla milik
jemaat Ahmadiyah manis lor Kuningan.

*1 Agustus 2005*

MTs Ahmadiyah ditutup. Penutupan 1 masjid dan 7 musholla milik jemaat
Ahmadiyah di Manis Lor Jalaksana Kuningan, ternyata diikuti oleh penutupan
fasilitas lain milik Ahmadiyah. Terakhir, MTs Ahmadiyah Manis Lor dengan
jumlah siswa 112 orang juga ditutup.

*10 Agustus 2005*

Masjid Ahmadiyah Majalengka disegel. Masjid Ahmadiyah yang berada di desa
Sadasari kecamatan Argapura, Majalengka disegel pihak kepolisian Resort
Majalengka. Penyegelan itu terkait keluarnya fatwa MUI yang melarang ajaran
Ahmadiyah, karena dinilai menyesatkan. Menurut Wakapolres, Kompol Sukirman,
penyegelan tersebut dilakukan setelah adanya kesepakatan antara muspika
kecamatan Argapura dengan pihak ulama setempat dan para pengikut Ahmadiyah
yang jumlahnya sekitar 138 jemaat.

*4 Oktober 2005 *

Jemaat Ahmadiyah mendapat selebaran brosur yang ditandatangani oleh:

1. KH. Achidin Noor, M.A (Pimpinan Ponpes Husnul Khotimah)

2. Drs. H. Hapidin Ahmad (Ketua MUI Kuningan)

3. H.D. Arifin. S, S.Ag M.Pd (Kepala Kandepag Kab. Kuningan)

Isi Brosur:

“Kedatangan Imam Mahdi dan Turunnya Kembali Isa Al-Masih Adalah Keyakinan
dan Bagian dari Iman Umat Islam”

*22 Oktober 2006*

Dialog ke-5 (terakhir) antara MUI Kab.Kuningan dengan pihak Ahmadiyah,
bertempat di gedung DPRD, yang difasilitasi oleh Bupati dan Ketua DPRD.

*30 Mei 2006*

Jemaat Ahmadiyah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Bupati perihal
penggunaan kembali Mesjid untuk sholat berjamaah.

*Lanjutan*

*19 November 2007 *

Komponen Muslim Kabupaten Kuningan melayangkan surat penegasan yang isinya
penegasan bahwa Ahmadiyah harus segera menanggalkan pengakuannya beragama
Islam, menghentikan seluruh kegiatan sesuai isi/perintah SKB dan segera
membongkar seluruh tempat ibadah. Penegasan tersebut diberikan
batas/tenggang waktu 15 hari terhitung diterimanya surat. Apabila pada batas
waktu yang telah ditentukan Ahmadiyah tidak melanjuti penegasan tersebut,
berarti Ahmadiyah menantang perang terhadap umat Islam. Isi surat penegasan
tersebut melampirkan beberapa tanda tangan tokoh-tokoh ormas Islam Kuningan,
diantaranya dari Gerakan Anti Ahmadiyah (GERAH) Kuningan, Remaja Masjid
Al-Huda (RUDAL), FUI Kabupaten Kuningan, FPI Kabupaten Kuningan serta
beberapa Pondok Pesantren, Ulama/Kiai/Intelektual Muslim.

*26 November 2007 *

Surat tembusan dari Komponen Muslim diterima oleh Jemaat Ahmadiyah, disusul
Jemaat Ahmadiyah Manis Lor melayangkan surat kepada Bapak Kapolres 855
Kuningan agar mohon mendapatkan perlindungan Hukum dan Keamanan bagi jemaah
Ahmadiyah Manis Lor.

*30 November 2007 *

Muspika, Camat, Danramil, dan Kapolsek, Kasi I Polres, Kepala KUA, serta
ketua MUI berdialog dengan 10 Anggota Jemaat Ahmadiyah bertempat di
Kecamatan Jalaksana. Pertemuan ini didasarkan Surat tembusan dari Komponen
Muslim Kuningan tanggal 19 November 2007, Surat Tembusan dari Jemaat
Ahmadiyah cabang Manis Lor tanggal 26 November 2007 mengenai permintaan
perlindungan hukum dan keamanan, serta menyampaikan data-data pendukung
mengenai kronologis SKB I, II dan beberapa data penting lainnya seperti
Surat Depdagri kepada Bupati Kuningan yang menyatakan bahwa SKB bukan produk
hukum, Hasil Mukhtamar NU Tentang akan datangnya Nabi Isa a.s, serta
data-data lainnya. Pertemuan ini menghasilkan beberapa kesimpulan:

1. Menyikapi rencana komponen Muslim tentang penyampaian surat tembusan kepada warga Jemaat Ahmadiyah.

2. Diusahakan pihak komponen Muslim untuk memperkecil volume tenaga
penyebaran.

3. Pelaksanaan Penyebaran di barengi oleh aparat pemerintah.

4. Pihak warga jemaat tidak bersedia memberikan tandatangan.

*3 Desember 2007 *

Jemaat Ahmadiyah Manis Lor melayangkan surat jawaban penegasan terkait surat
tertanggal 19 November 2007 dari Komponen Muslim Kabupaten Kuningan. Isinya
terkait dengan 3 point penegasan oleh Kelompok Muslim kabupaten Kuningan,
Jemaat Ahmadiyah menegaskan bahwa Ahmadiyah merupakan bagian dari Islam,
dengan pegangan Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW, Ahmadiyah terdaftar secara
hukum, serta penjelasan turunya SKB sesuai proses hukum, serta menyertakan
sabda Nabi SAW mengenai pembangunan masjid/rumah ibadah. Surat ini
diharapkan menjadi pertimbangan dan kajian untuk surat penegasan Kelompok
Muslim Kabupaten Kuningan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: