Kader PDIP Jabar Pertanyakan Langkah Agum Gumelar

BANDUNG–MEDIA: Kader PDIP dari tingkat kabupaten/kota di Jawa Barat meminta bertemu dengan Agum Gumelar untuk mempertanyakan langkah mantan Menhub dan Ketua Umum KONI Pusat itu yang melakukan MoU menjadi cagub Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bergandengan dengan H Nu’man Abdul Hakim.

Atas “ulah” Agum Gumelar itu, DPD PDIP menggelar rapat koordinasi dengan DPC PDIP kabupaten/kota di Hotel Horison, Kota Bandung, Kamis (10/1). “Aspirasi dari kader DPC PDIP, mereka ingin bertemu Pak Agum untuk mendapat penjelasan langkahnya melakukan MoU dengan PPP,” kata Ketua DPD PDIP Jabar H Rudi Harsa Tanaya.

Dalam rapat koordinasi dan sosialisasi perkembangan terakhir menjelang pengembalian formulir pendaftaran cagub/ cawagub Jabar itu, para kader PDIP se-Jabar tetap menginginkan paket Agum Gumelar-Rudi Harsa Tanaya.

Rapat yang berlangsung sekitar tiga jam lebih itu sempat emosional dan bersikeras agar DPD PDIP tetap berpegang pada SK DPP PDIP tentang penunjukan paket Agum-Rudi.

Rudi mengakui, situasi yang dihadapi PDIP cukup berat. Namun demikian pihaknya menyikapi kondisi realistis yang terjadi saat ini secara bijak dan mengusung etika politik secara elegan. “Kami tidak ingin koalisi di tingkat elite saja tanpa didukung akar rumput, untuk itu kami bicara dengan kader se-Jabar. Intinya jelas meminta paket Agum- Rudi dipertahankan,” kata Ketua DPD PDIP Jabar itu.

Pertemuan para kader dengan Agum Gumelar, kata Rudi, sebagai bentuk menyatukan kesepahaman dengan akar rumput di PDIP. Selain itu ia berharap calon yang diusung sejak awal itu bisa memahami aspirasi kader partai itu.

Terkait kemungkinan Rudi mundur untuk memuluskan duet Agum-Nu’man, secara tegas Ketua DPD PDIP Jabar itu menyatakan, belum mundur dan SK DPP PDIP masih tetap berlaku. “Kalaupun nantinya saya mundur, SK DPP PDIP yang mengusung paket Agum-Rudi tetap berlaku tapi mungkin disusul surat mandat kepada DPD PDIP Jabar untuk membangun koalisi. Sampai saat ini saya belum mundur,” kata Rudi.

Kalaupun PDIP mendukung paket itu, kata Rudi, PDIP sebagai partai pengusung bukan partai pendukung. Ia menyebutkan nama Agum Gumelar dan Nu’man Abdul Hakim memang termasuk yang direkomendasikan dalam Rapimdasus PDIP Jabar dua bulan lalu.

Meski pada awalnya paket Agum-Rudi cukup adem ayem, namun beberapa hari terakhir muncul inisiatif dari Agum untuk mendapatkan cawagub dari partai lain. Cawagub yang dipilihnya ternyata Nu’man Abdul Hakim dan meminta PDIP merevisi SK dukungannya.

Akibat keputusan politik cagubnya itu, sedikit menggoyang PDIP yang harus menetapkan pilihan. Namun sejauh ini PDIP belum berencana mengganti paket yang akan mereka usung di Pilkada 2008.

“PDIP tetap mengusung Pak Agum, itu belum berubah. Namun untuk koalisi masih harus menunggu sikap akar rumput PDIP. DPD PDIP tidak akan bertindak sendirian,” kata Rudi.

Selain itu, kata Rudi, PDIP juga tetap melakukan komunikasi politik dengan parpol lainnya seperti PAN, PKB, dan PKS.

Terkait pembentukan Tim Tujuh yang terdiri dari tim sukses PDIP dan PPP Jawa Barat untuk membahas kemungkinan koalisi partai terus berjalan. “Diharapkan dalam waktu dekat ada keputusannya, tak perlu menunggu lama,” katanya. (Ant/OL-03)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: